Age Spots (Lentigo Senilis) dan Kulit Kering (Xeroderma)

I. Bercak Hitam pada proses penuaan (Age Spots/Liver Spots)


a. Definisi
Age Spots adalah bintik atau bercak yang datar dengan warna keabu-abuan, kecoklatan atau kehitaman pada kulit. Dikenal juga dengan sun spots, liver spots, lentigos atau lentigines. Bintik ini sangat bervariasi dalam hal ukuran dan biasanya dijumpai pada wajah, lengan, bahu, ataupun lengan yang umumnya terkena pajanan sinar matahari. Biasanya age spots dialami oleh orang dengan usia lebih dari 40 tahun, namun tidak menutup kemungkinan untuk dialami orang yang lebih muda.
b. Tanda dan Gejala
Age Spots biasanya dijumpai pada kulit yang cerah, namun ada juga yang dijumpai pada kulit yang lebih gelap. Age Spots yang berwarna abu-abu, coklat, atau kehitaman ini dijumpai di daerah yang terkena sinar matahari langsung. Tanda lainnya biasanya bersamaan dengan cedera karena sinar matahari, seperti:
– Kerutan yang cukup dalam
– Kulit kering dan kasar
– Vena berwarna kemerahan di pipi, hidung dan/atau telinga
– Kulit tipis dan agak transparan
Age spots sendiri tidak berbahaya dan tidak memerlukan penanganan medis, namun ada kemungkinan bercak hitam tersebut berkembang menjadi melanoma. Pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter bila:
– Berpigmen sangat gelap
– Secara cepat meluas
– Tidak mempunyai batas dengan kulit normal yang jelas
– Mempunyai kombinasi warna yang tidak biasa
c. Faktor Resiko
Meskipun semua orang dapat mengalami bercak hitam di kulitnya, namun yang mempunyai resiko terkena becak hitam adalah: 1) orang yang mempunyai kulit cerah; 2) Sering terpajan sinar matahari
d. Penyebab
Sinar Ultraviolet (UV) mempercepat produksi melanin (pigmen pada kulit yang memberi warna kulit normal). Melanin ekstra berguna untuk melindungi kulit lebih dalam lagi yang akan memberi warna lebih coklat. Age spots terjadi jika melanin ekstra “menggumpal” atau diproduksi secara berlebihan.
Paling sering, butuh bertahun-tahun paparan sinar matahari supaya kulit mengalami bercak yang biasanya berkembang sangat lambat dari waktu ke waktu.
e. Treatment
* Obat-obatan. Resep krim pemutihan (hidroquinon) digunakan sendiri atau dengan retinoid (tretinoin) dan steroid ringan secara bertahap dapat mencerahkan bercak selama beberapa bulan. Tabir surya sangat disarankan jika Anda menggunakan pengobatan obat-obatan. Asam hidroksida dan tembaga peptida juga dapat menjadi pilihan dalam penyembuhan bercak hitam.
* Terapi laser. Terapi laser merusak melanosit ekstra yang menciptakan pigmen gelap tanpa merusak permukaan kulit. Pengobatan dengan laser biasanya membutuhkan beberapa waktu. Setelah pengobatan, bintik-bintik usia memudar secara bertahap selama beberapa minggu atau bulan. Terapi laser memiliki sedikit efek samping, tapi bisa mahal. Terapi laser biasanya berlangsung selama 20 menit.
* Pembekuan (cryotherapy). Prosedur ini melibatkan penerapan nitrogen cair atau agen beku lainnya untuk bercak hitam untuk menghancurkan pigmen tambahan. Seiring dengan penyembuh, kulit tampak lebih cerah. Pembekuan biasanya digunakan pada kelompok tunggal atau bercak hitam yang kecil. Meskipun efektif, prosedur ini memiliki sedikit resiko jaringan parut permanen atau perubahan warna.
* Dermabrasi. Prosedur ini terdiri dari pengikisan lapisan permukaan kulit Anda dengan sikat yang berputar cepat. Prosedur ini menghilangkan permukaan kulit, dan lapisan kulit baru tumbuh di tempatnya. Kemerahan dan pembentukan keropeng sementara dapat hasil dari tempat pengobatan ini usia.
* Pengelupasan Kimiawi. Pengelupasan kulit dengan bahan kimia dapat mencerahkan age spots. Terapi ini menggunakan asam, yang membakar lapisan luar kulit Anda, di bercak hitam. Setelah kulit mengelupas, akan digantikan dengan kulit yang baru. Tabir surya sangat disarankan mengikuti perawatan ini.

II. Kulit kering (Xerosis/Xeroderma)


a. Definisi
Kulit kering atau Xeroderma adalah kondisi kulit yang kering dan kasar serta bisa dijumpai keriput. Hal ini tidak bersifat serius, namun bisa menjadi alasan ketidaknyamanan penderitanya. Kulit kering biasanya dipengaruhi oleh lingkungan luar ataupun kondisi medis. Umunya, kulit kering nampak pada tungkai bawah bagian bawah, lengan, samping perut, dan paha. Kulit kering ini juga dinamai sebagai ‘winter itch’ dan asteatosis.
b. Tanda dan Gejala
Kulit kering biasanya ditandai dengan:
– Kulit bersisik
– Perasaan kulit yang “ketat” setelah mandia atau berenang
– Gatal
– Kulit pecah-pecah
– Kulit kasar
– Ruam kemerahan bila terjadi reaksi inflamasi
c. Faktor Resiko
Kulit kering dapat dijumpai pada semua orang, baik pada ras maupun jenis kelamin. Namun, hamper semua orang dengan usia di atas 60 tahun mempunyai kulit kering.
Faktor Lingkungan:
– Kelembaban rendah
– Terlalu sering mandi
– Memakai sabun secara kasar
Faktor aspek medik:
– Icthyosis – Penyakit hati atau ginjal
– Dermatitis atopik – Malnutrisi
– Diabetes – HIV/AIDS
– Hipotiroidisme – Limfoma
– Sindrom Down
d. Penyebab
* Cuaca. Secara umum, kulit Anda menjadi kering di musim dingin, saat suhu dan tingkat kelembaban menurun. Musim dingin juga cenderung membuat banyak kondisi kulit yang ada buruk. Hal ini juga dpaat terjadi jika Anda tinggal di daerah gurun, di mana suhu bisa melambung tetapi tingkat kelembaban tetap rendah.
* Pemanas dan pendingin udara. Pemanas ruangan, perapian, dan ruang pemanas semua mengurangi kelembaban dan membuat kering kulit Anda.
* Mandi air panas. Sering mandi terutama jika Anda suka air panas dan mandi Anda lama, akan merusak pelindung lemak di kulit Anda. Begitu juga berenang, terutama di kolam yang diklorinasi.
* Sabun dan deterjen. Banyak sabun dan deterjen merusak lipid dan air dari kulit Anda. Deodoran dan sabun antibakteri biasanya yang paling merusak, seperti juga banyak sampo, yang membuat kering kulit kepala Anda.
* Pajanan Matahari. Seperti semua jenis panas, matahari mengeringkan kulit Anda. Namun kerusakan dari sinar ultraviolet (UV) radiasi menembus jauh melampaui lapisan atas kulit (epidermis). Kerusakan paling signifikan terjadi jauh di dalam dermis, dimana kolagen dan elastin memecah serat jauh lebih cepat dari yang seharusnya, yang menyebabkan keriput dalam dan lepas, kulit kendur (solar elastosis).
* Psoriasis. Kondisi kulit ini ditandai dengan penumpukan cepat kulit yang kasar, kering, sel-sel kulit mati yang membentuk sisik tebal.
* Gangguan Tiroid. Hypotiroidisme, suatu kondisi yang terjadi ketika tiroid menghasilkan hormon tiroid terlalu sedikit, mengurangi aktivitas kelenjar keringat dan minyak, yang mengarah ke kulit kasar dan kering.
e. Treatment
Medikasi:
a. Krim yang mengandung alfa atau beta hydroxy acids (asam glikolat, asam laktat, asam salisilat)
b. Krim dengan urea
c. Persiapan yang mengandung propilene glikol konsentrasi tinggi
d. Krim Kortikosteroid (kortison), jika kulit mengalami inflamasi atau sangat gatal
e. Jelly petrolatum (Vaselin)
f. Antibiotik topikal untuk membantu mencegah infeksi
Mengubah gaya hidup:
* Mandi hanya sekali sehari. Lebih sering mandi dapat membuat kulit kehilangan air (dehidrasi).
* Gunakan air hangat (tidak panas).
* Batasi waktu mandi sampai 15 menit.
* Hindari deodoranatau sabun yang “keras” (atau membatasi penggunaannya untuk ketiak, selangkangan, dan kaki).
* Gunakan sabun non-pembersih.
* Pat (jangan menggosok) kulit kering setelah mandi.
* Terapkan pelembab segera setelah mandi, saat kulit masih lembab.
* Ketika memilih pelembab, cari krim berbasis minyak dan salep, yang bekerja lebih baik daripada lotion berbasis air.
* Gunakan humidifier di kamar tidur selama, musim dingin kering untuk membantu mencegah kulit kering.
* Menggunakan pakaian dengan bahan katun atau sutra yang dapat membiarkan kulit bernafas, bukan menggunakan wol.
DAFTAR PUSTAKA
1Pickard L. Remove Age Spots. Diunduh dari http://reverseskinaging.com/agespots.html pada tanggal 18 Oktober 2010 pada pukul 12.13
2 Mayo Clinic Staff. Age Spots (Liver Spots). Diunduh dari http://www.mayoclinic.com/health/age-spots/DS00912 pada tanggal 18 Oktober 2010 pada pukul 12.44
3 The Patient Guide. Age Spots. Diunduh dari http://www.agespots.net/ pada tanggal 18 Oktober 2010 pada pukul 11.35
4Mayo Clinic Staff. Dry Skin. Diunduh dari http://www.mayoclinic.com/health/dry-skin/DS00560/ pada tanggal 18 Oktober 2010 pada pukul 15.45
5NIH and ADAMS Inc. Dry Skin. Diunduh dari http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/003250.htm pada tanggal 18 Oktober 2010 pada pukul 15.50
6Anonim. Dry Skin. Diunduh dari http://1stholistic.com/beauty/skin/skin_dry.htm pada tanggal 18 Oktober 2010 pada pukul 14.45
7American Osteopathic College of Dermatology. Dry Skin (Xerosis). Diunduh dari http://www.aocd.org/skin/dermatologic_diseases/dry_skin.html pada tanggal 18 Oktober 2010 pada

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: