Aspek Empati pada Bekas Operasi Caesar

KOMUNIKASI EFEKTIF
Komunikasi efektif mencakup dua hal yang utama:
 Penerima berita memahami apa yang disampaikan oleh pengirim berita
 Pengertian harus sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pengirim berita
Komunikasi efektif ini bermanfaat:
 Meningkatkan kepatuhan pasien
 Meningkatkan kepuasan pasien
 Mengurangi tuntutan malpraktek
 Meningkatkan kepuasan kerja provider
Pada pemicu, ditemukan aspek komunikasi efektif pada dokter (provider) ke pasien/keluarganya. Pada komunikasi efektif, dibutuhkan penjelasan yang mudah dipahami dan dimengerti.
Langkah-Langkah dalam komunikasi efektif:
1. Self awareness, kita menyadari bahwa kita sedang berkomunikasi dengan seseorang, kita sudah bersiap-siap untuk mempraktekkan teori Komunikasi Interpersonal.
2. Menyadari bahwa orang yang berkomunikasi dengan kita mungkin belum pernah belajar atau mengetahui bagaimana berkomunikasi yang baik, jadi tidak usah dihiraukan bagaimana cara mereka berkomunikasi, yang penting kita sendiri tetap berkomunikasi sesuai dengan ilmu yang kita pelajari
3. Dengan melakukan atau mempraktekkan setiap hari, insya Allah akan menjadi komunikator yang baik.

KETERAMPILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL
Keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang dokter:
• Keterampilan melakukan komunikasi verbal
• Keterampilan melakukan komunikasi non-verbal.
• Keterampilan melakukan pengamatan komunikasi verbal dan non-verbal pasien

KOMUNIKASI VERBAL
adalah komunikasi melalui kata-kata yang diucapkan oleh seseorang
• Membuat pasien merasa nyaman
• Mengajukan pertanyaan (pertanyaan terbuka dan tertutup, diajukan satu-persatu)
• Mendengar aktif (refleksi isi, refleksi perasaan, merangkum),
• Memberikan informasi
• Menanggapi klien (asumsi, evaluasi, memotong pembicaraan, tidak mencela, menenteramkan, memuji),
• Mendorong klien berbicara

SYARAT PEMBERIAN INFORMASI
• BAHASA SEDERHANA, pakai bahasa sehari-hari yang dipakai oleh pasien. Jangan memakai istilah medik yang sulit.
• JUJUR, berikan informasi yang jujur, jangan ada yang ditutup-tutupi.
• BENAR, provider harus selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan agar dapat mengetahui informasi yang terbaru. Dengan demikian kecil kemungkinannya provider menginformasikan sesuatu yang tidak benar. Sesuatu yang dianggap benar pada suatu saat, beberapa tahun kemudian mungkin sudah tidak benar, atau mungkin sebaliknya.
• LENGKAP, berikan informasi yang selengkap-lengkapnya kepada pasien. Misalnya fasilitas tempat melakukan prosedur/tindakan, syarat-syaratnya, juga perkiraan biaya yang diperlukan dsbnya.
KOMUNIKASI NON-VERBAL
Adalah segala sesuatu yang disampaikan oleh seseorang kepada orang lain tidak melalui kata-kata, tetapi melalui isyarat misalnya suara, ekspresi wajah, gerak tubuh.

 Suara (volume, kecepatan, nada, vokal)
 Wajah (muram, kesal, senyum, marah, kecewa)
 Kontak mata
 Gerak tubuh, posisi tubuh
 Touch

DINAMIKA KELUARGA

Berdasarkan pemicu, siklus hidup keluarga dr Ny. Nita berada pada masa ke-2, yaitu newborn children, dimana keluarga sudah menikah dan mempunyai anak. Untuk struktur keluarganya sendiri, tidak diketahui jenis keluarganya, apakah core family, extended family, single parent, atau multiple family, tetapi disimpulkan keluarga Ny. Nita adalah core family dengan satu anak.
Perlu diketahui juga peta keluarga dan genogram seperti berikut:

Sebagai tambahan, dibutuhkan juga data tentang keadaan tempat tinggal, keadaan lingkungan sekitar, air dan sanitasi, pola makan, pola olahraga, kebiasaan buruk, dan lainnya.
HEALTH CARE (PROMOTION, PREVENTION, ETC)
Pada konsep health care, aspek yang diteliti meliputi avalialbilitas (ketersediaan), kemampuan (asuransi kesehatan, dll), tingkat kepuasan keluarga terhadap pelayanan kesehatan.
Promosi kesehatan dibutuhkan untuk memberi pengetahuan kepada ibu muda tersebut supaya bekas lukanya tidak bertambah parah. Ada 5 upaya preventif yang dapat dilakukan untuk mencegah suatu kelainan atau penyakit.
Selain itu, ibu muda tersebut juga dapat melakukan konseling yang merupakan lanjutan dari penyuluhan kesehatan. Konseling sendiri berguna dalam membuat keputusan dan memecahkan suatu masalah melalui pemahaman tentang fakta dan perasaan yang terlibat di dalamnya. Dalam konseling, konsep pendekatan GATHER dapat dipakai:
Membuat pasien merasa nyaman (GREET)
Menanyakan dan menilai kebutuhan klien (ASK)
Menguraikan masalah pasien agar pasien dapat memahaminya dengan baik (TELL)
Membantu klien menentukan tindakan apa yang akan diambil (HELP)
Meningkatkan pemahaman klien tentang tindakan yang perlu dilakukannya sesuai dengan keputusan yang telah diambil (EXPLAIN)
Menjelaskan kapan pasien harus kembali untuk kunjungan ulang atau merujuk ke fasilitas lainnya bila diperlukan (RETURN)
KAIDAH DASAR BIOETIK
Dalam pemicu, seorang dokter harus memilih 1 diantara 4 kaidah dasar bioetik:
1. Beneficence
o Tertuju pada pihak ke-2 (individu pasien) pada umumnya, yg stabil (tidak gawat darurat, tidak rentan)
o untuk kepentingan pasiennya.
o mengutamakan altruisme
o Memandang pasien/keluarga/sesuatu yang tak hanya sejauh menguntungkan dokter
o Maksimalisasi akibat baik, minimalisasi akibat buruk
o Banyak dianut di Timur

2. Nonmaleficence
 Konteks : tertuju pada pihak ke-2 (pasien) yang kesakitan/menderita, gawat darurat, menjelang cacat, distress, rentan, tidak/bukan otonom seperti uzur, terjepit tanpa pilihan, miskin, bodoh.
 Sisi komplementer beneficence
 Primum non nocere (pertama jangan menyakiti)
 Kewajiban menganut ini berdasarkan hal-hal :
o Pasien dalam keadaan amat berbahaya atau beresiko
3. Justice
 Konteks : tertuju pada pihak ketiga selain individu pasien/klien, wakil/kluster populasi/komunitas; pihak penyandang dana/ikut penanggung jawab, pihak berpotensi dirugikan/paling kurang diuntungkan.
 Tujuan : menjamin nilai tak berhingga dari setiap makhluk (pasien) yang berakal budi (aspek sosial)
 Memberi perlakuan sama kepada pasien untuk kebahagiaan pasien & umat manusia yakni:
i. Memberi sumbangan relatif sama dengan kebutuhan mereka (kesamaan sumbangan sesuai kebutuhan pasien)
ii. Menuntut pengorbanan mereka secara relatif sama dengan kemampuan mereka (kesamaan beban sesuai dengan kemampuan pasien)
4. Autonomy
a. Konteks : ditujukan pada capable person = individu pasien yg dewasa, sehat, bebas (punya rentang hak pilih atas keputusan dirinya, seperti kondisi pro operasi elektif), sejajar dengan dokternya.
b. Menghendaki, menyetujui, membenarkan, mendukung, membela, membiarkan pasien demi dirinya sendiri (sebagai makhluk bermartabat)
c. Pasien adalah makhluk berakal budi, tidak boleh dijadikan semata-mata alat tetapi tujuan
d. Wajib menghormati manusia sebagai makhluk pribadi yang otonom
e. Didewa-dewakan di Anglo-American yang individualismenya tinggi
f. Erat terkait dengan informed-consent

DAFTAR PUSTAKA
1Basuki E.Komunikasi Efektif. Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas FKUI. Slide FKUI 2009
2Trisna DV. Komunikasi dengan Keluarga. Modul EBP3KH FKUi Tahun Akademik 2009-2010. Slide FKUI Tahun 2009
3Herqutanto. Promosi Kesehatan. Panduan Modul Empati Bioetik Profesionalisme . Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas-FKUI-RSCM
4Budiningsih Y. Kaidah dasar Bioetik dan Prima Facie. Slide Empati FKUI 2009-2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: