Menopause dan Osteoporosis

MENOPAUSE


DEFINISI

Menopause adalah waktu ketika wanita tidak lagi mengalami siklus menstruasi. Merupakan proses yang alami dan umumnya dialami oleh wanita berumur 45-51 tahun. Menopause terjadi saat ovarium berhenti mensekresikan hormon estrogen dan progesteron. Hal inilah yang akan mempengaruhi perubahan fisiologis pada tubuh wanita.

Menopause sendiri terdiri dari beberapa tahap. Tahap pertama menopausal transition atau lebih sering disebut perimenopause. Tahap ini berlangsung beberapa tahun sebelum menstruasi terakhir, kemudian tahap ini berakhir setahun setelah menstruasi terakhir. Setelah itu, wanita akan mengalami masa postmenopause dan berlangsung hingga akhir hayat.

TANDA DAN GEJALA

Seringkali menopause disebut dengan ‘perubahan hidup’, karena beberapa perubahan fisiologis terjadi, seperti:

  • Hot flashes. Hot flashes adalah perasaan panas yang tiba-tiba pada bagian atas tubuh atau seluruh tubuh. Hal ini mungkin dikarenakan oleh penurunan estrogen dalam tubuh. Bagian wajah dan leher menjadi flushed, dan red blotches akan tampak pada bagian dada, punggung dan lengan. Keringat dingin dan menggigil juga dapat menyertai gejala ini. Bahkan hot flashes ini dapat membangunkan wanita dari tidurnya. Hot flashes ini berlangsung dari 30 detik hingga 10 menit. Hot flashes terjadi pada beberapa tahun setelah menopause.
  • Gangguan tidur. Gangguan tidur seringkali ditemukan pada wanita tua. Bisa terjadinya karena tidak mudah terlelap ataupun bangun terlalu awal. Bangun di tengah malam juga sering karena keringat malam (night sweat) dan akan sulit untuk tidur lagi setelah terbangun.
  • Gangguan hubungan seksual. Pada menopause, penurunan gairah seksual seringkali terjadi. Dan setahun setelah menopause, wanita tidak dapat hamil, namun tetap bias berhubungan seksual. Tapi perlu diingat bahwa masih ada kemungkinan penularan penyakit melalui hubungan seksual seperti AIDS, gonorhoe, dan lainnya.
  • Gangguan pada  vagina dan kandung kemih. Kadar estrogen yang menurun dapat menyebabkan vagina dan bagian genital kering dan lebih tipis yang membuat hubungan seksual tidak nyaman. Infeksi pada vagina dan kandung kemih juga cenderung ditemukan pada wanita menopause. Banyak wanita yang tidak dapat menahan perasaan untuk buang air kecil dan ditemukan juga kasus wanita yang ‘mengompol’ ketika bersin, batuk, tertawa, atau berlari.
  • Gangguan mood. Wanita cenderung sensitive di usia yang sudah tua ini, akan tetapi sejauh ini peneliti belum mengetahui penyebab pastinya. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh stress, perubahan dalam keluarga seperti anak yang tumbuh dan orang tua yang sudah renta, riwayat depresi juga mengakibatkan perubahan suasana hati.
  • Perasaan tubuh yang berubah. Panggul akan semakin membesar, otot mengecil dan lemak menumpuk, kulit menipis, gangguan konsentrasi/ingatan dan kaku pada sendi merupakan hal umum pada wanita menopause.

EFEK PADA JANTUNG DAN TULANG

Dua gangguan kesehatan yang umum terjadi saat wanita mengalami menopause, bahkan seringkalo tidak disadari.

Osteoporosis. Hari demi hari, tubuh manusia mengalami pemecahan tulang yang tua dan digantikan dengan tulang yang lebih baru/muda. Estrogen sendiri berperan dalam mengontrol pemecahan tulang oleh osteoklas melalui mekanisme pemanggilan dengan interleukin 1 dan 6, dan hilangnya estrogen saat menopause akan mengakibatkan proses pemecahan tulang yang tua lebih banyak daripada proses regenerasinya sehingga tulang menjadi keropos, rapuh dan mudah patah. Ditambah lagi pada proses aging, aktivitas replikasi dari sel osteoprogenitor dan proliferasi osteoblas menjadi berkurang.

Faktanya, penyakit osteoporosis empat kali diderita lebih banyak daripada pria. Tulang wanita yang memiliki karakteristik lebih tipis, lebih ringan, dan beberapa faktor resiko lainnya seperti aktivitas fisik yang menurun, kurangnya paparan sinar matahari,  menyebabkan wanita lebih cenderung mengembangkan potensi osteoporosis ini.

Fakta lain tentang osteoporosis, tiap tahunnya 500.000 wanita di Amerika mengalami fraktur vertebrae, dan 300.000 wanita mengalami fraktur panggul. Antara 12-20% wanita yang mengalami fraktur panggul tidak dapat bertahan hidup 6 bulan setelah fraktur. Setidaknya setengah dari mereka yang bertahan hidup memerlukan bantuan untuk beraktivitas sehari-hari, 15-25% memerlukan fasilitas perawatan jangka panjang. Akan tetapi dengan waktu yang adekuat dan rehabilitasi yang baik, mereka dapat kembali ke aktivitas semula.

Penyakit Jantung. Setelah menopause, wanita lebih cenderung mengembangkan penyakit jantung, walaupun banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi terjadinya penyakit jantung. Namun seiiring bertambahnya umur, wanita cenderung bertambah berat badannya.

TATALAKSANA UNTUK OSTEOPOROSIS PADA WANITA MENOPAUSE

  • Suplemen Kalsium. Kalsium adalah mineral yang menyusun tulang dan merupakan medikasi alami untuk osteoporosis. Apabila seseorang memiliki riwayat osteoporosis atau osteopeni ringan, dianjurkan mengonsumsi 1000mg kalsium, baik dari suplemen ataupun makanan.
  • Kalsitonin. Kalsitonin ini berfungsi menurunkan fungsi osteoklas dan akan menghambat resorbsi tulang. Kalsitonin dapat berupa injeksi ataupun nasal spray.
  • Estrogen pengganti. Merupakan metode yang efektif dalam mengeatasi osteoporosis pada wanita. Waniat dengan osteopeni ataupun osteoporosis dapat mengonsumsi estrogen untuk mencegah resorbsi tulang lebih lanjut dan memproduksi tulang baru dengan perkembangan tulang sekitar 5% selama 2 tahun. Penggunaan estrogen selama 5 tahun disarankan untuk mencegah fraktur, khususnya fraktur panggul dan vertebrae. Estrogen ini dapat dikonsumsi berupa pil maupun secara transdermal.
  • Selective Estrogen Receptor Modulators (SERMS). SERMS bekerja dengan memanipulasi reseptor estrogen yang tersebar di seluruh tubuh, termasuk tulang. SERMS bekerja dengan memblok reseptor estrogen di tempat tertentu sehingga estrogen bekerja optimal hanya di bagian tulang.
  • Bifosfonat. Bifosfonat menjadi pilihan bagi seseorang yang telah mengalami fraktur atau yang tidak bisa mengkonsumsi estrogen. Bifosfonat bekerja dengan menghentikan aktivitas osteoklas dan dapat mengurangi kemungkianan fraktur hingga 70%

PERAWATAN SELAMA MASA MENOPAUSE

Tetap sehat selama menopause harus didukung dengan beberapa perubahan gaya hidup

  • Hindari merokok
  • Makan makanan yang bergizi seimbang, rendah lemak, tinggi serat, dan kaya akan buah, sayur, dan biji-bijian utuh. Ditambah dengan suplemen vitamin dan mineral
  • Memperhatikan asupan kalsium dan vitamin D-bisa dalam makanan ataupun suplemen
  • Menjaga berat badan supaya tetap di kisaran berat badan ideal
  • Melakukan latihan weighbearing, seperti berjalan, jogging, atau senam setidaknya 3 kali seminggu untuk menjaga kesehatan tulang dan mencoba untuk aktif dalam kegiatan sehari-hari

Hal penting lain yang perlu diperhatikan

  • Selalu mengkonsumsi obat yang diresepkan dokter, apalagi bila obat tersebut untuk penyakit yang tidak terlihat dari luar tubuh seperti hipertensi, kolesterol, dan osteoporosis
  • Menggunakan pelumas vagina berbahan dasar air (bukan petroleum jelly) atau krim/tablet estrogen vagina untuk mengatasi ketidaknyamanan vagina
  • Melakukan cek berkala untuk pemeriksaan pelvis dan payudara, Pap tes dan mammogram. Pengecekan kanker kolon dan rektal juga diperlukan
  • Untuk wanita yang mengalami fraktur ataupun berusia diatas 65 tahun, perlu pengecekan BMD

 

DAFTAR PUSTAKA

1Gumay S, Pattiata R. Bones. Departemen Bedah Divisi Orthopaedi dan Traumatologi FKUI/RSCM. Desember 2008

2Anonim. Menopause. Diunduh dari http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ menopause.html pada tanggal 13 Desember 2010 pukul 10.20 WIB

3Anonim. Menopause. Diunduh dari http://www.nia.nih.gov/HealthInformation/Publications/menopause.htm pada tanggal 13 Desember 2010 pukul 11.40 WIB

4Cleveland Clinic Doctor. Menopause and Osteoporosis. Diunduh dari http://my.clevelandclinic.org/disorders/ menopause/hic_menopause_and_osteoporosis.aspx pada tanggal 14 Desember 2010 pukul 08.12 WIB

5Cornforth T. Osteoporosis and Menopause. Diunduh dari http://womenshealth.about.com/cs/menopaus1/a/ menoosteo1.htm pada tanggal 13 Desember 2010 pukul 12.13 WIB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: